Minggu, 22 Juli 2012

Deklarasi Kemerdekaan AS Dipicu Ketidakadilan

Boston Tea Party pada 1773 merupakan aksi perlawanan dari pihak koloni terhadap kekuasaan Inggris. Sebelumnya, pihak koloni sudah muak dengan berbagai pajak yang dikeluarkan oleh Kerajaan Inggris kepada mereka.

Pajak-pajak yang mengikat tersebut antara lain Sugar Act yang dikeluarkan pada 1764, Stamp Act pada 1765, Townsend Duties di tahun 1767, dan Tea Act pada 1773. Koloni di Boston pun membuang ratusan kotak berisi teh dari kapal Inggris di Pelabuhan Boston, sebagai tanggapan terhadap Tea Act.

Saat koloni mempertanyakan pajak-pajak ini, Inggris juga menimpalinya dengan mengeluarkan aturan yang lebih keras lagi dengan mengeluarkan Coercive Acts.

Pihak koloni pun mengadakan kongres kontinental pertama untuk melawan Coercive Acts tersebut. Mereka pun mendorong pemboikotan perdagangan dengan Inggris.
Mereka juga mengeluarkan keberatan atas tidak adanya perwakilan koloni Amerika Serikat di Parlemen Inggris dan mengeluarkan petisi kepada Raja Inggris.

Kongres tersebut merencakan melakukan pertemuan kedua kali guna mengantisipasi bila petisi mereka tidak mampu membatalkan diterapkannya Coercive Acts. Pada akhirnya, petisi itu tidak memiliki efek dan Kongres Kontinental Kedua pun diadakan pada 1775, untuk mengatur perlawan koloni terhadap Inggris.

Tokoh-tokoh penting dalam kongres tersebut adalah Benjamin Franklin, John Adams, Thomas Jefferson, John Hancock, Roger Sherman, dan John Jay. Pada tahun 1776, Thomas Paine menulis pamflet Common Sense, yang menyatakan bahwa koloni-koloni harus merdeka dari Inggris. 4 Juli 1776, 13 koloni setuju terhadap Deklarasi Kemerdekaan AS.

Perang pun dimulai pada 1775 di Lexington dan Concord. Tentara Amerika di bawah kepemimpinan George Washington menderita kekalahan. Selama perang Revolusi Amerika berlangsung, dari 1775 hingga 1783, Prancis meyakinkan diri untuk membantu AS setelah koloni menguasai Saratoga pada 1777 dan menguasai wilayah Yorktown pada 1781.

Washington pun bangga saat pasukan Inggris terakhir keluar dari New York City pada 1783. Usai perang, Washington tidak langsung menjadi presiden pertama AS.
Dirinya justru pensiun dan pulang kembali ke lahan pertaniannya di Virginia.
Baru pada 1789, Washington ditunjuk sebagai Presiden AS yang pertama.

Sebelumnya, pada 1787, dia memimpin pembentukan Konstitusi Amerika Serikat. Setelah itu, dirinya mendapatkan dukungan penuh untuk menjadi Presiden AS pertama dan membawa seluruh faksi yang bertikai bersatu menjalankan sebuah negara baru.(faj)
 
sumber :  http://international.okezone.com/read/2012/07/12/538/662247/deklarasi-kemerdekaan-as-dipicu-ketidakadilan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar